SPI IAIN Langsa Gelar Rapat Reviu Identifikasi Risiko

Berita
Super Administrator 13 April 2026 3 menit baca 52 tayangan
SPI IAIN Langsa Gelar Rapat Reviu Identifikasi Risiko
SA Super Administrator 13 April 2026 3 mnt baca
Bagikan

Langsa (Humas SPI) Satuan Pengawasan Internal (SPI) mengadakan rapat reviu identifikasi risiko pada Senin, 13 April 2026. Kegiatan tersebut berlangsung di ruang rapat pimpinan Gedung Biro Rektorat IAIN Langsa mulai pukul 10.00 WIB hingga selesai.

Rapat ini bertujuan untuk memperkuat tata kelola institusi melalui proses identifikasi dan pengelolaan risiko yang lebih sistematis dan terarah. Kegiatan tersebut dihadiri oleh unsur pimpinan serta perwakilan unit kerja di lingkungan kampus.

Dalam arahannya, Wakil Rektor II, Tgk. DR. T. Wildan, MA. menekankan pentingnya membangun kesadaran risiko (risk awareness) di seluruh lini organisasi. Ia menyampaikan bahwa setiap pimpinan, baik di tingkat fakultas, unit, maupun lembaga, harus mampu mengidentifikasi potensi risiko dalam program kerja masing-masing.

“Melalui kegiatan ini, saya berharap beberapa hal penting dapat menjadi perhatian kita bersama,” ujarnya.

Pertama, ia menyoroti pentingnya membangun kesadaran risiko di setiap level organisasi. Kedua, kegiatan ini diharapkan menjadi langkah konkret dalam menyusun peta risiko (risk mapping) yang komprehensif, sehingga dapat diklasifikasikan berdasarkan tingkat risiko tinggi, sedang, maupun rendah.

Ketiga, hasil identifikasi risiko harus ditindaklanjuti dengan perumusan langkah-langkah pengendalian yang efektif, realistis, dan terukur. Hal ini dinilai penting untuk meminimalisir dampak negatif sekaligus meningkatkan keberhasilan program kerja institusi.

Keempat, ia menegaskan bahwa pengawasan internal tidak semata-mata berfungsi sebagai kontrol, tetapi juga sebagai mitra strategis dalam meningkatkan kinerja, transparansi, dan akuntabilitas institusi.

Sementara itu, Ketua SPI, Riza Ikhwaan, S.TP.,MH. dalam arahannya menjelaskan bahwa kegiatan reviu identifikasi risiko memiliki manfaat penting sebagai dasar dalam meningkatkan kualitas perencanaan dan pelaksanaan program kerja di setiap unit.

Ia menyampaikan bahwa tujuan utama dari reviu ini adalah untuk memastikan setiap unit, lembaga, dan fakultas mampu mengenali potensi risiko secara dini, memahami dampaknya, serta menyusun langkah mitigasi yang tepat. Selain itu, reviu ini juga menjadi instrumen untuk menyelaraskan persepsi dalam pengelolaan risiko di lingkungan IAIN Langsa.

Lebih lanjut, Riza Ikhwaan juga memberikan panduan teknis terkait cara pengisian formulir identifikasi risiko. Ia menjelaskan bahwa setiap unit kerja diharapkan mengisi form secara sistematis, dimulai dari penjabaran kegiatan utama, kemudian mengidentifikasi potensi risiko yang mungkin muncul, serta menentukan penyebab dan dampaknya.

Selanjutnya, setiap risiko yang telah diidentifikasi perlu diberikan penilaian berdasarkan tingkat kemungkinan terjadinya (likelihood) dan besarnya dampak (impact), sehingga dapat dikategorikan ke dalam tingkat risiko rendah, sedang, atau tinggi. Setelah itu, unit diminta merumuskan langkah pengendalian atau mitigasi yang realistis dan dapat dilaksanakan.

Ia juga menekankan pentingnya konsistensi dan kejujuran dalam pengisian form tersebut agar data yang dihasilkan benar-benar mencerminkan kondisi riil di lapangan dan dapat digunakan sebagai dasar pengambilan kebijakan oleh pimpinan.

Melalui kegiatan ini, SPI IAIN Langsa diharapkan mampu mendorong terciptanya sistem pengawasan yang lebih optimal serta mendukung pencapaian tujuan organisasi secara berkelanjutan. (JR)

Tag: #Berita
Bagikan: WhatsApp Facebook