CPNS Auditor IAIN Langsa Angkat Gagasan Template Penilaian Risiko dalam Latsar CPNS 2025

Berita
Super Administrator 19 Agustus 2025 2 menit baca 35 tayangan
CPNS Auditor IAIN Langsa Angkat Gagasan Template Penilaian Risiko dalam Latsar CPNS 2025
SA Super Administrator 19 Agustus 2025 2 mnt baca
Bagikan

Langsa (Humas SPI) Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) formasi Auditor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Langsa, Fiola Utari, S.E., tampil mempresentasikan rancangan aktualisasinya pada kegiatan Seminar Latsar CPNS Tahun 2025 yang diselenggarakan oleh Balai Diklat Aceh.

Dengan mengusung ide penyusunan template penilaian risiko, Fiola menawarkan langkah inovatif untuk memperkuat fungsi pengawasan di lingkungan kampus. Template tersebut dirancang sebagai panduan praktis bagi auditor dalam melakukan pemetaan risiko, sehingga proses pengawasan dapat berjalan lebih efektif, efisien, dan terarah.

Rancangan aktualisasi ini mendapat arahan dan bimbingan langsung dari Kepala Satuan Pengawas Internal (SPI) IAIN Langsa, Riza Ikhwan, S.TP., M.H., yang menjadi mentor selama pelatihan. Dalam paparannya, Riza Ikhwan memberikan apresiasi sekaligus menegaskan pentingnya gagasan tersebut.

“Template penilaian risiko akan membantu auditor dalam menjalankan pengawasan secara lebih sistematis, objektif, dan terukur. Gagasan ini sangat relevan dengan kebutuhan organisasi dan sejalan dengan visi SPI untuk terus meningkatkan kualitas tata kelola serta mendorong pengawasan yang akuntabel,” ungkapnya.

Lebih lanjut, ia menilai bahwa rancangan aktualisasi ini tidak hanya memberi manfaat dalam konteks Latsar CPNS, tetapi juga berpotensi diimplementasikan secara nyata di lingkungan IAIN Langsa.

Kegiatan seminar Latsar CPNS ini menjadi wadah bagi para peserta untuk mengaktualisasikan nilai dasar ASN melalui inovasi dan gagasan konstruktif. Bagi Fiola, kesempatan ini bukan hanya sarana pembelajaran, tetapi juga bentuk kontribusi nyata dalam mendukung penguatan sistem pengawasan internal di IAIN Langsa.

Dengan adanya rancangan template penilaian risiko tersebut, diharapkan pengawasan internal di kampus dapat semakin kokoh dalam menjaga tata kelola yang transparan, akuntabel, serta mendukung terciptanya budaya organisasi yang sehat. (JR)

Tag: #Berita
Bagikan: WhatsApp Facebook